Minggu, 29 Januari 2017

Menaksir Lebar Sungai (metode segi tiga)

MENAKSIR LEBAR SUNGAI

Menaksir lebar semisal lebar sungai, menjadi salah satu teknik kepramukaan. Untuk menaksir lebar para pramuka bisa memilih metode perbandingan segitiga, segitiga siku-siku (45 derajat), kali ini kita akan mempelajari cara menaksir lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga.
Menaksir, termasuk menaksir lebar, selain akan sangat berguna saat dipraktekkan dalam kegiatan di alam terbuka pun termasuk salah satu materi dalam Syarat Kecakapan Umum terutama SKU Penggalang Ramu dan SKU Penggalang Terap.

Melakukan Penaksiran Lebar dengan Metode Perbandingan Segitiga

Dengan metode perbandingan segitiga ini, penaksiran dapat dilakukan menyesuaikan dengan kondisi dan luas medan karena rumus perbandingan yang digunakan bersifat fleksibel.

            Untuk melakukan penaksiran lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga lihat gambar dan langkah-langkah berikut ini:


Langkah-langkah menaksir lebar sungai:
1.        Tentukan titik di seberang sungai yang mudah diingat semisal terdapat pohon, batu, bangunan, atau rumpun semak. Ini berguna saat nanti dilakukan pengintaian di langkah selanjutnya. Namai titik itu sebagai titik "A".
2.        Tentutan titik "B" yang sejajar dengan titik "A". Tandai titik "B" dengan cara salah satu teman berdiri di atasnya atau dengan obyek lain semisal tongkat yang ditancapkan.
3.        Tentukan titik "C" sambil mengukur jaraknya (bisa dengan langkah atau tongkat) dengan menyusuri tepi sungai. Jarak antara titik "B" dan "C" terserah. Ingat, antara titik "A, B, dan C" harus membentuk segitiga siku-siku dengan siku-siku berada di titik "B".
4.      Tandai titik "C" sebagaimana cara menandai titik "B".
5.             Tentukan titik "D" dengan cara berjalan kembali sejauh setengah dari jarak "BC" sehingga "CD = 1/2 BC". Seumpama jarak BC adalah 8 meter maka jarak CD sejauh 4 meter. Ingat, antara titik "B, C, dan D" harus merupakan garis lurus.
6.             Tentukan titik "E" dengan cara berjalan ke arah kiri sehingga antara titik "C", "D", dan "E" terbentuk segitiga siku-siku dengan sudut siku-siku di titik "D".
7.                  Saat berjalan menuju titik "E" intai atau bidik titik "A" melewati titik "C" sehingga antara titik "E", "C", dan "A" terbentuk garis lurus. Jika telah terbentuk garis lurus berhentilah dan tandai itu sebagai titik "E".
8.             Ukur jarak antara titik "D" dan "E"
9.    Untuk menghitung taksiran lebar sungai tinggal mengalikan dua jarak DE. Sehingga jika jarak DE adalah 4,3 meter maka lebar sungai adalah 2 X 4,3 = 8,6 meter.


Namun menaksir lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga ini hanya bisa digunakan jika kondisi medan mendatar dan bukan perbukitan yang naik turun. Jika demikian, sila gunakan metode menaksir lebar yang lain.

Rabu, 25 Januari 2017

Memahami Trisatya




- Tri = Tiga
- Satya = "Kesetiaan, Kejujuran Dan Tanggung Jawab"
A. Tri Satya artinya adalah “Tiga Kesetiaan yg harus dipenuhi oleh atau dipatuhi oleh setiap anggota Pramuka”.
2. Isi Trisatya
Demi Kehormatanku Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
- Menepati Dasa Darma.
3. Pengertian Trisatya :
a. Tri Satya merupakan janji seorang Pramuka yang harus dtepat.
b. Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.

Jumat, 20 Januari 2017

Memahami Dasadarma Pramuka

DASA DARMA PRAMUKA

Dasadarma adalah salah satu bagian dari kode kehormatan bagi anggota Gerakan Pramuka sehingga sekaligus merupakan bagian tidak terpisahkan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Sebagaimana telah diketahui, Kode Kehormatan Pramuka (kode etik anggota Gerakan Pramuka) terdiri atas janji (komitmen diri) dan ketentuan moral pramuka.

   A.    Pengertian Dasadarma
Menurut bahasa "dasadarma" berasal dari kata "dasa" dan "darma". Dasa berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti sepuluh sedangkan darma berasal dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti kewajiban, aturan, tugas hidup, kebenaran, dan kebajikan. Sehingga secara bahasa dasadarma dapat diartikan sebagai sepuluh kewajiban, aturan, dan kebajikan.

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Dasadarma dapat diartikan sebagai KETENTUAN MORAL BAGI ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA GOLONGAN PENGGALANGPENEGAKPANDEGA, DAN ANGGOTA DEWASA. KETENTUAN MORAL (DARMA PRAMUKA) BERSAMA DENGAN JANJI ATAU KOMITMEN DIRI (SATYA PRAMUKA) SENDIRI MERUPAKAN BAGIAN DARI KODE KEHORMATAN PRAMUKA”.

   B.     Bunyi dasadarma tersebut adalah sebagai berikut:

Dasadarma
§  takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
§  cinta alam dan kasih-sayang sesama manusia
§  patriot yang sopan dan kesatria
§  patuh dan suka bermusyawarah
§  rela menolong dan tabah
§  rajin, terampil, dan gembira
§  hemat, cermat, dan bersahaja
§  disiplin, berani, dan setia
§  bertanggung jawab dan dapat dipercaya
§  suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Berikut adalah Arti dari masing-masing bait Dasa Dharma diatas:

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
• Menjalankan semua perintah Tuhan serta meninggalkan segala larangan-larangan-Nya.
• Menbaca do'a atau niat karena Allah dalam setiap mengawali dan mengakhiri kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
• Patuh dan berbakti kepada kedua orang tua, serta sayang kepada saudara. dsb..

2. Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia
• Selalu menjaga kebersihan lingkungan baik disekolah maupun dirumah.
• Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun fauna.
• Membantu fakir miskin, yatim piatu, orang tua jompo dan mengunjungi yg sakit. dsb.

3. Patriot yang Sopan dan Ksatria
• Belajar disekolah dengan baik.
• Menghormati yg lebih tua dan menyayangi yg lebih muda.
• Membiasakan diri untuk berani mengakui kesalahan dan membenarkan yg benar.
• Ikut serta dalam pertahanan bela Negara.

4. Patuh dan Suka Bermusyawarah
• Patuh kepada kedua orang tua, guru dan pembina dengan cara mengerjakan tugas sebaik-baiknya.
• Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah.
• Tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa yg didapatkan tanpa melalui musyawarah.

5. Rela Menolong dan Tabah
• Selalu berusaha menolong sesama yg sedang mengalami musibah atau kesusahan serta tidak pernah meminta atau mengharapkan imbalam (pamrih).
• Tabah dalam mengalami berbagai kesulitan dengan tidak banyak mengeluh, dan tak mudah putus asa.
• Bersedia menolong tanpa diminta. dsb.

6. Rajin, Trampil dan Gembira
• Membiasakan menyusun jadwal dalam kegiatan sehari-hari.
• Tidak pernah bolos dari sekolah, selalu hadir diwaktu latihan atau pertemuan pramuka.
• Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yg berguna.
• Selalu riang gembira diwaktu melakukan kegiatan atau pekerjaan.

7. Hemat, Cermat dan Bersahaja
• Tidak boros dan bersikap hidup hemat.
• Rajin menabung.
• Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan.
• Tepat waktu (kesekolah, belajar, latihan, dll).
• Bisa membuat perencanaan sebelum tindakan.

8. Disiplin, Berani dan Setia
• Selalu tepat waktu sesuai jadwal yg ditentukan.
• Mendahulukan kewajiban dibanding sebelum meminta haknya.
• Berani mengambil keputusan.
• Tidak mengecewakan orang lain. dsb.

9. Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya
• Tidak mengelakkan amanat dengan sesuatu alasan yg dicari-cari.
• Jujur tidak mengada-ada.

10. Suci Dalam Pikiran Perkataan dan Perbuatan
• Selalu berfikir positif dan menghargai sikap atau pendapat orang lain dan bisa menyumbangkan saran yg baik dengan cara yg baik.
• Berhati-hati mengendalikan diri dari ucapan yg tidak pantas dan menimbulkan ketidak percayaan orang lain pada dirinya.
• Berusaha menjaga diri dalam segala tindak tanduk perbuatan yg jelek melanggar menurut kehidupan masyarakat dan aturan agama.

Semoga dengan mengenal itu semua mampu memotivasi para pramuka untuk menerapkan kesepuluh poin dalam dasadarma tersebut dalam kehidupan sehari-hari baik ketika mengenakan seragam Pramuka maupun tidak.